

"Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.Dan kamu tidak menghendaki (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. 76:29 & 30)
bukan pelajar aliran agama,namun seorang muslimah,ingin jadi wanita solehah,perhiasan dunia yang terindah.moga2 perkongsian yang sedikit ini menjadi amalan kebaikan untuk dibawa menghadap Rabbul Jalil kelak..ameen.
"sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa apabila mereka dibayang-bayangi fikiran jahat(berbuat dosa) dari setan,mereka pun segera ingat kepada Allah,maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kasalahannya)"
Al-A'raf:201
~perbaiki dirimu,serulah yang lain~
Ilmu tanpa amal itu gila dan amal tanpa ilmu itu pula adalah sia-sia
macam mana pulak nak terima hidayah dari Allah,
jika tidak berusaha mencari pintu2 hidayah itu??
orang yang berhati bersih,bila mana ada dosa yang hinggap di hatinya,segera ia nampak akan dosa itu walaupun kecil..namun bagi yang berhati kotor,dosa yang besar pun tidak terasa olehnya apatah lagi dosa yang kecil...
Setiap diri akan diuji
dengan sesuatu yang dicintai
Setiap insan akan menemui
kesalahan di dalam diri
Dan setiap manusia
Tak ada yang sempurna
Menjalani hidup di dunia
Kesalahan akan terjadi
dosa-dosa akan ditemui
mungkin tak bisa dihindari
meski hati telah menyadari
Ibu,ibu,ibu dan kemudian barulah si ayah.
"ma,doa ko ore,nak exam doh""ho,wat mmolek lah,baca Bismillah mmolek"
Redha.redha,redha = bahagia
Seorang sahabat yang bernama Hanzalah r.a. mengisahkan tentang dirinya sebagai berikut. Abu Bakar r.a. telah menemui aku. Ia pun bertanya, “Bagaimana (keadaan iman) engkau ya Hanzalah?” Aku pun menjawab, “Hanzalah telah munafik.” Abu Bakar pun menyebutkan, “Subhanallah, apakah yang engkau katakan (ya Hanzalah)?!” Aku berkata, “Kita ketika berada di sisi Rasulullah SAW, beliau itu mengingatkan kita tentang surga dan neraka, kita seolah-olahnya melihat (surga dan neraka itu) dengan mata kepala. Kemudian bila kita berpisah dari Rasulullah SAW, kita pun sibuk dengan isteri-isteri, anak-anak dan kerja-kerja kita. Maka kita lupa semuanya (tidak bisa ingat akhirat seperti berada di hadapan beliau lagi).” Abu Bakar berkata, “Demi Allah kami pun mengalami seperti (cerita engkau) ini.” Mereka berdua pun menghadap Rasulullah SAW dan beliau menanggapi dengan mengungkapkan bahwa bisa mereka bisa mempertahankan kondisi ingat akan akhirat seperti pada majelisnya niscaya para malaikat akan menyalami mereka. Akan tetapi keadaan iman manusia itu memang berubah-ubah dari waktu ke waktu, sambung beliau.Pelajaran yang ingin kita petik dari kisah di atas adalah, bagaimana para sahabat senantiasa waspada jangan sampai perbuatan mubah mereka menyeret pada kelalaian mengingat Allah, apalagi sampai melakukan perbuatan dosa. Karenanya di antara gambaran para penghuni surga adalah:
Mana milik kita?wallahu'alam.
Tidak ada milik kita
Semua yang ada
Allah yang punyaTidak ada kita punya
Kita hanya mengusahakan saja
Apa yang kita dapat
Allah sudah sediakannyaKita Allah punya
Dunia ini ciptaan-NyaMiliklah apa saja
Tidak terlepas dari ciptaan-NyaMana kita punya
Tidak ada kepunyaan kitaKita hanya mengusahakan
Apa yang telah adaMengapa kita sombong
Memiliki Allah punyaMengapa tidak malu
Kepada Allah yang empunyaPatut bersyukur kepada Allah
Yang memberi segalanyaMalulah kepada Allah
Kerana milik Ia punya
Janganlah berbangga
Apa yang ada pada kita
Kalau Allah tidak beri
Kita tidak punya apa-apaJanganlah mengungkit
Mengungkit jasa kita
Jasa kita di sisi-Nya
Yang sebenarnya Allah punyaMarilah kita bersyukur
Bukan berbanggaBersyukur kepada Allah
Bukan mengungkit jasaGunakanlah nikmat Allah itu
Untuk khidmat kepada-Nya
Selepas itu lupakan saja
Agar tidak mengungkit-ungkitnya
Copyright 2009.kerana DIA ... Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Images by Indeziner